Jumat, 07 Mei 2010

Puisi : Idris Siregar

Air Yang Jatuh

air yang jatuh telah menjauh
dari aku ketika hadir
mengenang masa-masa hujan
datang sepanjang jalan itu
dan kau lebih memilih berdiam
di ruang tamu menunggunya
pulang membawa dosa

air yang jatuh telah menjauh, menjauh
dari aku meski mengalir
perlahan-lahan terikut arus kenangan
berhenti dijaln itu
dan kau lebih mencari bayang-bayangnya
di ruang tamu dalam kegamangan


Pernyataan Panjang

dengan kekuasan mereka beri
air mata ini kepada sesiapa penentang
yang membawa-bawa kenangan suci
menjadi tameng untuk berbukti
bahwa sejarah telah dikebiri
dengan kekerasan mreka bangun
jarak kepada sesiapa pendukung
kisah yang jelas-jelas membagi
nurani menjadi benteng untuk berdalih
bahwa peradapan sengaja dipasung

dengan tepuk tangan
mereka usaikan pertunjukan
yang tak mengundang
perasaan!


Yang Belum Terjabarkan

kebenaran yang mana ada dimana
jika setiap orang kehilangan arah
kebaikan yang mana ada dimana
jika setiap orang kekurangan apa-apa
kebersamaan yang mana ada dimana
jika setip orang ketakutan rasa

kesiapan yang ada, dimana-mana
keserakahan yang ada dimana-mana
keburukan yang ada, dimana-mana
tak terjabarkan kisah ada, dimana-mana


Tak

aku tak mau
kalau aku ditipu
tetapi siapa yang tahu
untuk melakukan itu
karena aku hanya satu
sedang kau seribu satu

aku tak mau
kalau aku dirayu
tetapi siapa yang malu
untuk melaksanakan itu
karena aku hanya rapuh
sedang kau membeku

aku tak mau
kalau aku diselingkuh
tetapi siapa yang ragu
karena aku hanya bisu
sedang kau gemuruh


Doa Seorang Pejabat

saya seorang pejabat ya Tuhan
yang pernah susahkan hati rakyat
yang sempat menilep uang rakyat
yang menjilat atasan memijak bawahan
yang menjauhimu walau sekejap
maka biarkan waktu memihakku
hingga segala sesuatu bisa diatur
selanjutnya ya Tuhan


Begitu Banyak yang Ingin

mencoba melepaskan baju itu
tak ingin waktu segera berlalu
dengan kehampaan lembaran buku
kehidupan putih membeku
begitu banyak ingin yang diperebutkan
ketika gulita menjadi karip persekutuan
setiap detik adalah undangan sahwat
berpesat lalu catatkan kenangan
ke setiap sudut pandangan
terjejak tapi sukat terlacak
tuan-tuan dan puan-puan


Di Kamar Kerja

pena yang lengah semenjak
semangat koyak moyak
dicabik-cabik kuku kekuatan sahwat
mereka yang kerap
mentahbiskan segenap pemlik
untuk menyusuri jejak
yang nikmat sekejab
meja yang membisu ketika
tak lagi tersentuh suara-suara
ketaklukkan dn amplop yang bergiliran
tiba di laci sembari
mereka membuka berseri
kutahu itu tetap acara berbasa basi
mereka ucapkan terima kasih!
dikamar kerja
aku ciptakan suasana
tetapi waktu cua
dalam penilaiannya!


Tuan Masih Berperan

melalui berita koran – koran aku masih
menyaksikan tuan berpera menjadi
dermawan meski dari hasil curang terang
terangan yang menyapa kesana kemari
meski dari mulut berbisa panjang
yang menjunjung tinggi perkawanan
meski terkadang menggunting dalam lipatan
tetapi begitulah aku masih berharap
tuan datang keruang kenangan ini
berbagi misteri tentang kapan tuan
memperkealkan diri kepada Tuhan..........


Persaingan

yang naik yang turun
yang jujur yang terbujur
yang baik yang aib
yang dekat yang berjarak
yang loyal yang royal
yang sepaham yang dendam
yang berdedikasi yang terkontaminasi
yang menang bisa saja salah satunya


Nasehat Seorang Pejabat Kepada Putrinya

putriku
jika suatu hari nanti
kamu menjadi pejabat tinggi
jangan tiru kelakun papi
yang lebih memilih komisi sebagai tradisi
daripada putihnya nuani ’tuk menyapa
suara penentang kekacauan ini

kamu tahu , kekuasaan membuat kita terbuai
bagaikan memulai kenikmatan ta bernilai
padahal itulah satu ujian laksana badai
yang jika diri tak siap , kan menjadi bumerang
menikam langkah bertubi-tubi

putriku, jika harinya tiba
carilah suami sang pejbat istana
jangan tiru gaya papa
yang lebih memilih foya-foya


tetapi, putriku …
jika suasana tak menentukan tiba
ya,sudah lakukan saja cerita lama
dengan kekelaman yang nyata
kamu bisa berkisah sepanjang malam
bawa negeri ini semacam warna
menggulita dalam jam yang berjalan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar