Selasa, 04 Mei 2010

Puisi : Idris Siregar

Kunjungan
Datang dan kunjungi beramai ramai
rumahNya yang kini telah diperbaharui
walau berlalu lalang pertandanya
di jalan jalan sarat godaan
arus jam terkadang membuat batin
menjadi puas tak berbekas
berlalu begitu saja saat azan menyeru
pantaslah teringat alamatMu
hanya saat butuh sekilas pengisian waktu
Oh....


Mendekatkan Diri

Mendekatkan diri kepadaMu
Begitu berbesar harap ada di situ
Sembari menaruh doa doa
di atas sajadah yang kau kirim
dalam malam tak bermusim


Kisah seorang Pemulung
Saban hari ia susui jalan kota ini
mencari cari benda tuk bertahan hidup
perasaan sudah luka tertikam sengsara
mata sudah perih tersaput sedih
jemari lelah menggenggam mimpi mimpi
hingga di satu persimpangan jalan
ia temui doa doa yang terbuang!

Yang Kotor Kotor
Yang kotor kotor mari dibersihkan
Lewat tangan besi ketik kau punya kursi
Melalui wibawa ketika kau miliki nurani
Melalui doa ketika kau hanya bisa berdiri

Tetapi, yang kotor kotor semakin menjadi
Jika kau ada kursi tak ingin berganti
Ketika kau ada materi tak ingin berbagi
Ketika kau hanya bisa berdiri
tak mencoba tuk berlari

Masih Adakah
Masih adakah hati yang beruntung
Ketika berbicara begitu santun
Ketika bersikap tetap menuntun
Ketika memiliki tak lupa berbagi
Ketika menerima tak gadaikan harga diri
Masih adakah....

Buah Hati
Buah hati tumbuh dari cinta kasih
Dimulai dan diakhir atas nama jani suci
Lahir dinanti meski harap harap menanti
Sebab hadirya antara hidup dan mati
Dan cahaya wajahnya menjadi obat diri
melenyapkan sakit bertubi tubi

0 komentar:

Poskan Komentar